Langsung ke konten utama

Postingan

Agar Anak Senang Membaca

Membaca memberi banyak manfaat untuk anak . Paling tidak, saat ia memasuki bangku pendidikan yang lebih tinggi, anak tak akan mengalami kesulitan beradaptasi dengan bahan bacaan yang banyak. Tapi, bagaimana jika anak Anda lebih memilih menghabiskan waktunya untuk menjelajah internet, bermain games, atau bahkan menonton TV? Coba strategi berikut agar membaca menjadi kebiasaan yang menyenangkan baginya. 1. Jangan memaksa Anak lebih suka membaca komik yang menurut Anda tak memiliki unsur pendidikan? Biarkan saja, Yang penting, jangan membunuh kegemaran membacanya. Cara paling ampuh membuat anak mau membaca adalah dengan tidak memaksanya membaca buku yang tak disukainya. 2. Ikuti minat anak  Jika anak Anda menyukai tokoh tertentu dari video game, rangsanglah minat membacanya berdasarkan tokoh tersebut . Misal, komik bergambar dengan tokoh dan cerita yang sama seperti di video game atau film. Atau jika anak Anda memiliki kegemaran akan kereta api, rangsanglah minat mem...

Aspek Perkembangan Anak

Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa dimana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual. Masa peka adalah masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini juga merupakan masa peletak dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosio emosional, agama dan moral. Beberapa Aspek- Aspek Perkembangan Anak Usia Dini : A . Aspek Perkembangan Kognitif Tahapan Perkembangan Kognitif sesuai dengan teori Piaget adalah:  Tahap sensorimotor, usia 0 – 2 tahun. Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahas awal, waktu sekarang dan ruang yang dekat saja;  Tahap pra-operasional, usia 2 – 7 tahun. Masa ini kemampuan menerima rangsangan yang terbatas. Anak mulai berkembang kema...

Pendidik Tidak boleh Marah

Para orang tua dan guru Taman Kanak-Kanak (TK) tidak boleh memarahi anak-anak yang sering bertanya . Sebab, hal tersebut merupakan salah satu ciri bakat intelektual anak.  Itu juga menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal ( PAUDNI ) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi.  Psikolog pada persamuhan dengan 33 guru TK dan 31 kepala sekolah TK berprestasi tingkat nasional, Kamis (6/9). Reni, sapaan Dirjen PAUDNI mengakui banyak orangtua yang sering kesal karena putra-putri mereka terlalu sering bertanya tentang segala hal. Jangan dimarahi, orangtua dan guru harus mau meladeni dan mengarahkan," ujar Reni yang merupakan Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tersebut. Dirjen PAUDNI juga mengatakan, jangan kesal terhadap anak-anak yang mau mengerjakan segala sesuatunya sendiri. "Banyak anak-anak yang tidak mau dibantu ibunya saat pakai baju, pakai sepatu, dan lainnya. Bia...